Webinar & Pengumuman Lomba Business Plan HIMAJEM 2021

Jakarta (UNAS) – Himpunan Mahasiswa Manajemen (Himajem) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan Webinar & Announcement of Business Plan Competition di tingkat nasional. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu (18/8) secara daring melalui aplikasi Zoom yang diikuti oleh peserta dari beberapa perguruan tinggi lainnya.

Dr. Rahayu Lestari, S.E., M.M.

Sambutan sekaligus pembuka acara oleh Wakil Dekan FEB UNAS Dr. Rahayu Lestari, S.E., M.M., berharap bahwa dari kegiatan ini dapat menumbuhkan motivasi kaum muda untuk lebih memiliki komitmen dengan watak enterprenuer. Dengan jiwa inovatif dan kreatif dalam membuka mindset berwirausaha agar dapat membuka kesempatan peluang kepada masyarakat yang lebih luas.

“Membentuk mahasiswa dengan watak enterprenuer sehingga tidak hanya menunggu untuk menjadi pekerja tetapi siap bekerja, siap mandiri, dan bisa diandalkan serta membanggakan keluarga dan almamater,” harap Rahayu. Kegiatan ini juga diawali oleh sambutan Ketua Pelaksana Adinda Salsabila Putri dan Ketua Umum Himajem Muh. Firdaus dengan pembawa acara Linggar Putra Ashary.

Tema yang diangkat pada tahun ini yaitu “Be a creative and an innovation Youngpreneur”. Mengingat dibutuhkannya kreativitas dan inovasi generasi muda sebagai kunci untuk memulai wirausaha. Dengan kedua hal tersebut, wirausahawan dapat bertahan dalam berbagai perubahan iklim bisnis dan industri.

Webinar yang dipandu oleh Kunti Lestary selaku moderator diisi oleh tiga narasumber. Antara lain dari British Human Resources Consultant Mike Nicholson, CEO Sekolah Pebisnis dan Marketing & Media Brand Specialist Yosef Abas, dan Dosen FEB UNAS & Entrepreneurship Educator Dwitya Kirana Amry. Dihadiri juga oleh Ketua Program Studi Manajemen FEB UNAS Muhani, S.E., M.Si.M., dan Sekretaris Program Studi Manajemen FEB UNAS Subur Kariyatun, S.E., M.M.

Mike Nicholson

Mike Nicholson menyampaikan bahwa sangat penting bagi wirausaha memiliki business plan yang mampu membantu dalam mencapai target usaha. Dibutuhkan perencanaan bisnis yang matang serta mampu memprediksi keadaan pasar secara lebih luas di masa depan. “Anda tidak bisa hanya membuat anggaran dan menuliskannya dalam business plan seperti yang dikatakan dalam buku. Namun, Anda benar-benar perlu mengetahui bisnis yang sesuai dengan keadaan saat ini dan hal yang akan terjadi di masa mendatang. Karena banyak sekali perubahan yang terjadi,” jelas Mike.

Dari perencanaan tersebut dibutuhkan pula strategi pemasaran agar produk/jasa yang ditawarkan dapat menyasar target konsumen. Yosef Abas menyampaikan setidaknya ada tiga strategi utama yang dapat dilakukan melalui digital marketing. Strategi pertama yaitu memulai bisnis dengan melihat tren jangka panjang dan konsisten dalam marketing.

Yosef Abas

Kemudian bagi wirausaha yang memiliki toko offline dapat membuat konten yang tidak hanya menyasar pelanggan berdasarkan jarak radius agar capaian lebih luas. Serta secara teknis pada strategi ketiga yaitu mengoptimasi area marketing untuk meraih pelanggan premium di area sekitar bisnis.

Pada kesempatan yang sama, Dwitya Kirana Amry sebagai narasumber ketiga membagikan ilmunya terkait pentingnya riset pada bidang start-up. “Start-up berbasis riset ini biasanya memberikan solusi baru kesuatu masalah yang baru ataupun mengidentifikasi ada masalah baru di masyarakat dan memberikan solusi yang sudah ada dengan pembuktian empiris penelitian,” ujar Dwitya. Dari yang disampaikan oleh Dwitya, pelaku riset ialah akademisi dengan skill enterprenuer yang berbeda dengan wirausaha yang memang fokus terhadap kebutuhan bisnis. Seperti membuat business model, menentukan segmen pasar, dan strategi branding produk.

Sedangkan komersialisasi hak paten dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi atau sosial. Hasil riset itu sendiri biasanya adalah hal baru dan berpotensi menjadi inovasi yang mendistrupsi suatu industri atau masuk ke dalam pemasaran blue-ocean. “Makanya dibutuhkan teman-teman mahasiswa yang punya kemampuan enterprenuer yang tinggi untuk membantu peneliti-peneliti untuk berpikir bagaimana cara mengkomersialisasi riset-riset yang dilakukan oleh para peneliti,” imbuh Dwitya.

Dwitya Kirana Amry

Kegiatan webinar ini sebagai rangkaian akhir dari pelaksanaan business plan competition tahun 2021. Terdapat tiga pemenang dengan juara pertama yaitu karya berjudul “GoSell : Platform Jual Beli, Kolaborasi UMKM, Dropshipper dan Reseller Muda Indonesia” hasil karya Adityo Yudo Prasetyo, Leonardo Florensino Sinaga, dan Ryan Aditya Manda dari Telkom University. (*ARS)

Mungkin Anda Menyukai