Rayakan Ulang Tahun Ke -1 dan Diesnatalis UNAS Ke-72,Lakukan Webinar Herpetofauna dan Herpertologi di Indonesia

Jakarta (UNAS) – Kelompok Studi Herpetologi (KSH) “SAHUL” Universitas Nasional dalam rangka memperingati hari lahir yang pertama, menyelenggarakan webinar bertema “Keanekaragaman Herpetofauna dan Potensi Herpetologi di Indonesia”. Kegiatan ini sekaligus sebagai soft launching rangkaian Perayaan Dies Natalis Universitas Nasional yang ke-72. Dilaksanakan pada hari Rabu (29/9) secara virtual melalui aplikasi Zoom dan live streaming Youtube.

Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si.

Pelakasanaan kegiatan yang diketuai oleh Meggie Marcellina, dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Biologi UNAS Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si. Ia menyampaikan adanya kelompok herpetologi di UNAS karena melihat masalah-masalah atau keadaan herperfauna di Indonesia khususnya di Jakarta. “Kalau kita lihat herpetfauna itu di alam punya peran penting dalam pengendali hama kemudian juga sebagai indikator lingkungan,” ujarnya. Oleh sebab itu, Tatang berharap acara ini bisa mengedukasi peserta dan masyarakat semua mengenai pemahaman keberadaan herpetfauna di alam dan dampaknya.

Pada kesempatan yang lain, Ketua KSH “SAHUL” Muhammad Ishlah Ramadhan mennyampaikan, “webinar ini perlu diadakan agar masyarakat menjadi paham mengenai keberadaan herpetofauna. Banyaknya yang salah pandang mengenai herpetofauna (hewan reptil dan amfibi) di kalangan masyarakat dan kurang populernya bidang herpetologi di Indonesia dibandingkan bidang biologi lainnya,” ujarnya.

Pembina KSH “SAHUL” Dr. Fitriah Basalamah, M.Si., juga menyampaikan bahwa webinar ini bertujuan untuk memperkenalkan KSH “SAHUL” Fakultas Biologi UNAS ke komunitas herpetologi di Indonesia. Lalu, untuk meningkatkan kepedulian konservasi keanekaragaman hayati selain herpetofauna kepada masyarakat umum di Indonesia.

Webinar ini dibagi menjadi dua sesi, menampilkan presentasi dari berbagai tokoh di bidang herpetologi. Pada sesi pertama, para narasumber memaparkan keanekaragaman herpetofauna yang dimiliki Indonesia dari hasil penelitian dan eksplorasinya di berbagai wilayah Indonesia.

Narasumber tersebut yaitu Ketua Amfibi Reptil Sumatera Fajar Kaprawi yang sedang melanjutnya studi S2 Biologi Sekolah Pascasarjana UNAS, Komunitas Amfibi Reptil Farits Alhadi, dan Forum Konservasi Leuser Mitsasr Kamsi.

Pada sesi kedua, materi yang disampaikan mengenai perkembangan dari herpetologi di Indonesia, tantangan yang dihadapi dalam upaya konservasi herpetofauna dan potensinya di masa depan. Narasumber pada sesi kedua ini yaitu dari Fauna & Flora Internasional, Indonesia Andri I.S. Martamenggala, M.S.i., yang membahas mengenai ancaman yang mengurangi keanekaragaman herpetofauna di Indonesia.

Berikutnya Ketua KSH “SAHUL” Muhammad Ishlah Ramadhan yang menyampaikan materi mengenai peran mahasiswa dalam upaya konservasi herpotofauna. Narasumber dari Yayasan Herpetofauna Indonesia Nathan Rusli menyampaikan mengenai pengalaman perjalannya sejak menjadi hobi pemelihara herpetofauna hingga menjadi seorang aktivis konservasi herpetofauna. Terakhir, materi menarik yang disampaikan oleh Peneliti Herpetologi LIPI BRIN Dr. Amir Hamidy, M.Sc., mengenai bagaimana pentingnya herpetofauna dan potensi penelitian herpetologi di masa depan.

Kegiatan webinar ini terselenggara atas kerjasama KSH “SAHUL” dengan Fakultas Biologi Universitas Nasional didukung oleh Biodiversity Warriors Yayasan Kehati dan para media partner dari berbagai lembaga dan komunitas herpetofauna dan konservasi. Mulai dari Kelompok Studi Herpetologi Biogama, KSH Salvator, Biologeek, UKF IPB, Zoologi_id, Shirohyde, Amfibi Reptil Indonesia, Amfibi Reptil Sumatra, dan Maliki Herpetology Society. Para peserta yang hadir dalam acara ini antara lain para siswa SMA, mahasiswa dan dosen dari beberapa perguruan tinggi. Serta, dihadiri oleh komunitas herpetofauna, pemerhati lingkungan, LSM lain dan masyarakat umum.

Dengan diadakannya webinar ini, KSH “SAHUL” berharap, semakin banyak masyarakat umum menjadi paham dan para penggiat lingkungan serta peneliti semakin tertarik dengan konservasi herpetofauna sehingga keberlangsungan dari herpetofauna yang sangat berharga tidak punah. (*Panitia/ARS)

Mungkin Anda Menyukai