Jakarta (Humas UNAS) – Program Studi S1 dan S2 Biologi Universitas Nasional (UNAS) menunjukkan komitmennya dalam pembelajaran berbasis lapangan dengan mengikuti kegiatan Jakarta Naturalist Walk (JNW) pada Sabtu (25/04/2026), di kawasan Hutan Kota Universitas Indonesia (UI). Kegiatan ini menjadi media edukasi lingkungan yang menggabungkan pengalaman belajar langsung di alam dengan suasana santai dan interaktif.
Dosen Program Studi Magister Biologi UNAS, Dr. Tatang Mitra Setia, M.Si., menjelaskan bahwa JNW merupakan kegiatan berbasis komunitas yang bertujuan memperkenalkan keanekaragaman hayati melalui aktivitas berjalan santai di ruang terbuka. Menurutnya, peserta diajak mengamati flora dan fauna secara langsung, sekaligus mendapatkan penjelasan dari interpreter yang mendampingi setiap kelompok.
Kegiatan kali ini terbagi ke dalam dua sesi, yakni pagi dan malam. Pada sesi pagi, peserta dibagi menjadi lima kelompok dengan fokus pengamatan berbeda, meliputi burung, tumbuhan, herpetofauna atau reptil dan amfibi, serta serangga. Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya berjalan menyusuri area pengamatan, tetapi juga mencatat berbagai temuan di lapangan.

Beragam spesies berhasil diamati, di antaranya serangga seperti ngengat yang baru keluar dari kepompong, serta tumbuhan seperti keladi dan jamur. Setelah sesi pagi selesai, seluruh peserta berkumpul untuk mempresentasikan hasil pengamatan masing-masing kelompok. Diskusi tersebut menjadi wadah berbagi pengetahuan dan memperkaya pemahaman peserta mengenai biodiversitas perkotaan.
Sementara itu, sesi malam yang dimulai selepas magrib menghadirkan pengalaman berbeda dengan fokus pada satwa nokturnal. Peserta dibagi menjadi kelompok danau dan kelompok hutan. Dalam sesi ini, berbagai jenis hewan berhasil ditemukan, seperti ular, bunglon, hingga cicak.
Partisipasi UNAS melibatkan mahasiswa program sarjana dan magister Biologi, termasuk anggota organisasi kemahasiswaan Himabio dan KSH-Sahul. Keterlibatan tersebut dinilai mampu memperkuat kompetensi akademik mahasiswa sekaligus mendorong kolaborasi dengan komunitas dan institusi lain.
Menurut Tatang, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi dan jejaring lintas kampus. Peserta hadir mengenakan atribut institusi masing-masing, seperti UNAS, Universitas Indonesia, dan perguruan tinggi lainnya. Interaksi juga terjadi dengan masyarakat umum yang tertarik mengenal dunia biologi setelah melihat aktivitas peserta di lapangan.

Salah satu peserta, mahasiswa S1 Biologi angkatan 2022 sekaligus anggota Kelompok Studi Herpetofauna Sahul, Farrel Sulthan Syauqi Rabbani, mengaku memperoleh banyak pengalaman baru. Ia menjelaskan bahwa setiap temuan flora dan fauna dijelaskan lebih mendalam sesuai bidang keilmuan, seperti mikologi, botani, avifauna, dan herpetologi. Menurutnya, kegiatan tersebut berlangsung seru dan menambah wawasan yang sebelumnya belum ia ketahui.
JNW sendiri dilaksanakan secara berkala setiap beberapa bulan dengan lokasi yang berpindah-pindah, seperti Taman Wisata Alam Angke, Taman Mini Indonesia Indah, Ancol, hingga kawasan Pesanggrahan. Melalui kegiatan ini, UNAS berharap dapat terus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus memperkuat peran akademisi dalam edukasi berbasis pengalaman langsung di alam.