Jakarta (UNAS) – Program Studi Hubungan Internasional Universitas Nasional (HI UNAS) menegaskan perannya sebagai wadah akademik yang aktif dalam membahas isu strategis nasional melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Pengelolaan Wilayah Udara Nasional sebagai Sumber Daya Strategis”. Kegiatan yang digelar di Aula UNAS Blok A Lantai IV ini mempertemukan para pakar pertahanan, regulator penerbangan, akademisi, dan praktisi untuk membahas arah kebijakan pengelolaan ruang udara Indonesia di masa depan.
FGD ini menjadi forum penting dalam merumuskan pemikiran lintas disiplin mengenai pengelolaan wilayah udara yang semakin kompleks di tengah dinamika geopolitik global dan kemajuan teknologi penerbangan. Melalui forum ini, UNAS berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan kebijakan publik dan pengembangan wawasan strategis nasional.
Keterlibatan berbagai pihak seperti Pusat Studi Air Power Indonesia, Center for Australian Studies UNAS, serta instansi pemerintah dan pelaku industri penerbangan menunjukkan komitmen universitas dalam mengedepankan kolaborasi ilmiah sebagai dasar penyusunan rekomendasi kebijakan. Pendekatan interdisipliner tersebut diharapkan mampu menghasilkan pemikiran komprehensif terkait tata kelola ruang udara nasional yang mencakup aspek keamanan, diplomasi, dan ekonomi.
FGD menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan pakar dan pejabat terkait, antara lain Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim dari Pusat Studi Air Power Indonesia, Ir. Lukman F. Laisa, M.T. selaku Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub RI, Setio Anggoro dari AirNav Indonesia, serta Denon Prawiraatmadja, Ketua Umum Indonesia National Air Carriers Association (INACA). Para narasumber memberikan pandangan mengenai penguatan regulasi, tantangan operasional, serta arah kebijakan kedaulatan udara di Indonesia.
Melalui pelaksanaan FGD ini, UNAS menegaskan posisinya sebagai mitra strategis pemerintah dan lembaga penelitian dalam memperkuat kajian kebijakan nasional. Forum ini sekaligus menjadi ruang akademik bagi mahasiswa dan dosen untuk memahami keterkaitan antara isu pertahanan, kedaulatan, dan pembangunan nasional dari perspektif global. (SAF)