Logo MPR

Karimunjawa (UNAS) – Universitas Nasional (UNAS) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan riset berbasis konservasi dan pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan. Melalui kegiatan workshop yang digelar di Karimunjawa pada 5–9 Desember 2025, UNAS bersama Rutgers University memperkenalkan pendekatan riset lapangan inovatif yang menggabungkan teknologi dan kearifan ekologis.

Salah satu sorotan utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan Global Institute for Bioexploration (GIBEX), sebuah inisiatif yang mengusung konsep “Reversing the Flow” — membawa teknologi ke alam untuk mempercepat riset tanpa merusak ekosistem. Teknologi ini memanfaatkan sistem Rapid Metabolome Extraction and Storage (RAMES) serta Screens-to-Nature (STN), yang memungkinkan pengumpulan data dan penyimpanan metabolom tumbuhan secara cepat di lapangan.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menjawab tantangan riset biodiversitas di wilayah tropis seperti Indonesia. ”Kami percaya bahwa pendekatan ini bukan hanya mempercepat riset, tetapi juga menjaga integritas ekosistem. Dengan membawa teknologi ke alam, kita dapat meminimalkan dampak eksploitasi,” ujar Antonia Kaz., perwakilan Rutgers University.

Adapun dua proyek riset utama yang dikembangkan dalam kolaborasi ini meliputi:

  1. Antimikroba dari Tanin, Penelitian terhadap ekstrak Quercus infectoria menunjukkan potensi antibakteri yang sebanding dengan antibiotik konvensional dan dapat diaplikasikan sebagai agen sterilisasi alami.
  2. Peningkatan Daya Cerna Protein Alami, Studi mengenai enzim bromelain dari nanas mengungkap manfaat dalam meningkatkan penyerapan protein, dengan potensi penggunaan di bidang pangan dan kesehatan.

Melalui riset ini, UNAS berupaya menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang aktif dalam pengembangan ilmu pengetahuan berbasis konservasi dan inovasi. Pendekatan riset lapangan yang ramah lingkungan diharapkan menjadi model baru dalam pemanfaatan biodiversitas tropis untuk mendukung kesehatan dan ketahanan pangan secara global. (AAP)