Jakarta (UNAS) – Dalam upaya meningkatkan kualitas aparatur pemerintahan daerah, Universitas Nasional (UNAS) menggandeng Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk melaksanakan program pengembangan sumber daya manusia melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dan Praktisi Mengajar.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan resmi Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putera, M.A., bersama jajaran pimpinan universitas dan dekan pada Rabu (25/2/2026) di Ruang Gelatik 1, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Program RPL menjadi sorotan utama karena memberikan kesempatan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pegawai non-ASN untuk mengonversi pengalaman kerja menjadi satuan kredit semester (SKS). Melalui skema ini, para pegawai dapat melanjutkan studi di jenjang S-1, S-2, hingga S-3 tanpa harus meninggalkan tugas kedinasan.
“Pengalaman kerja aparatur merupakan modal kompetensi yang dapat diakui secara akademik melalui RPL. Skema ini mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan sekaligus profesionalisme ASN,” ujar Rektor UNAS, Dr. El Amry Bermawi Putera.
Selain RPL, kolaborasi ini juga menghadirkan pejabat struktural Pemkot sebagai praktisi pengajar di UNAS. Para Wali Kota, camat, dan kepala suku dinas akan menjadi dosen tamu untuk berbagi pengalaman langsung mengenai pengelolaan pemerintahan perkotaan kepada mahasiswa.
Model pembelajaran ini menjadi sarana integrasi antara teori akademik dan praktik lapangan, sehingga mahasiswa dapat memahami dinamika penyelenggaraan pemerintahan secara komprehensif.
Langkah UNAS ini sejalan dengan visi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi dalam mendorong kolaborasi kampus dan pemerintah daerah guna menciptakan sumber daya manusia unggul dan adaptif terhadap kebutuhan birokrasi modern.
Dengan demikian, kolaborasi antara UNAS dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan bukan hanya memperkuat hubungan institusi, tetapi juga menjadi kontribusi nyata perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di tingkat kota.