Webinar Penelitian Kualitatif “Metodologi Kualitatif Pada Riset Dasar dan Terapan”

Jakarta (UNAS) – Guna pemberlakuan kurikulum Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM), Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Nasional (UNAS) menyelenggarakan acara Webinar Penelitian Kualitatif. Tema yang diangkat yaitu “Metodologi Kualitatif Pada Riset Dasar dan Terapan” dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan serta membuka ruang dialog antara narasumber dan peserta. Acara ini diselenggarakan pada hari Senin (30/8) secara daring.

Dr. Bambang Subiyanyo, S.E., M.Ak., CPA.

Menyikapi kurikulum tersebut program studi Akuntansi FEB UNAS mengadopsi empat dari delapan skema yang diwajibkan. Salah satunya adalah riset atau penelitian. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Prodi Akuntansi FEB UNAS Dr. Bambang Subiyanyo, S.E., M.Ak., CPA., berdasarkan padangan pada tahun mendatang akan banyak mahasiswa yang memilih tugas akhir berbentuk riset non kuantitatif.

“Jadi prediksi kami pada tahun mendatang akan banyak mahasiswa yang memilih tugas akhir berbentuk riset non kuantitatif sebagai hasil dari pengalaman magang, studi independen dan KKN tematik,” ujar Bambang dalam acara yang diketuai oleh Ketua Pelaksana Novia Nur Damayanti. Maka dari itu, pada acara ini mengundang narasumber Guru Besar Akuntansi Universitas Diponegoro Prof. Dr. Anis Chariri, S.E., Akt., M.Com., Ph.D., CA., CfrA., yang memahami serta dapat menyampaikan terkait metode kualitatif pada riset dasar dan terapan.

Kumba Digdowiseiso, S.E., M.App.Ec., Ph.D.

Dibuka oleh Dekan FEB UNAS Kumba Digdowiseiso, S.E., M.App.Ec., Ph.D., ia menyampaikan acara webinar ini untuk menambah pemahaman mahasiswa mendeskripsikan laporan secara rinci. “Bottom line-nya adalah jika memilih pendekatan metode penelitian kualitatif tentunya bisa mendapatkan pemahaman secara rinci. Dan itu memang sangat berbeda dengan laporan riset umum yang sifatnya kuantitatif di S1”, katanya.

Begitu juga yang disampaikan oleh Prof. Anis sebagai narasumber, bahwa sering terdapat kekeliruan pemahaman riset kualitatif. “Riset kualitatif itu tidak sekedar bicara aspek teknis dan metode tapi bicara sudut pandang dan filosofi karena ketika filosofi atau paradigma yang nanti dipakai berbeda maka konsekuensinya implementasi juga berbeda,” tutur Prof. Anis saat mengawali materi.

Prof. Dr. Anis Chariri, S.E., Akt., M.Com., Ph.D., CA., CfrA.

Para peserta diajak untuk membahas esensi dari riset kualitatif serta tahapan memulainya, mengumpulkan data sekaligus cara penulisan. Prof. Anis mengutip jika riset kualitatif untuk mengungkap makna dibalik realita sesuai dengan pengalaman atau makna yang dibawa orang-orang yang terlibat dalam penelitian tersebut.

“Menghasilkan pengetahuan bukan dari kita. Kita berusaha menghasilakn pengetahuan dari sisi pelaku yang ada di lapangan. Jadi kita hanya semacam penyambung lidah informan di lapangan untuk kita teruskan dalam bentuk karya ilmiah akademik dalam bentuk tesis, skripsi, dan seterusnya,” jelas Prof. Anis. Dalam webinar ini juga dibuka sesi tanya jawab yang mendapatkan antusias dari para peserta.

Dr. Zumratul Meini, S.E., M.S.E., M.S.Ak.

You May Also Like